banner image

Hukum Madzi dan Wadi



Madzi adalah cairan yang bening, halus lagi lekat yang keluar ketika syahwat bergejolak, tidak bersamaan dengan syahwat, tidak muncrat, dan tidak menyebabkan kendornya syahwat orang yang bersangkutan. Bahkan tidak jarang yang bersangkutan tidak merasa bahwa dirinya telah mengeluarkan madzi, dan ini dialami laki-laki dan perempuan. (Periksa Syarhu Muslim oleh Imam Nawawi III : 213)

Air madzi hukumnya najis, karenanya Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh mencuci kemaluan yang telah mengeluarkannya.

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ وَهُشَيْمٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُنْذِرِ بْنِ يَعْلَى وَيُكْنَى أَبَا يَعْلَى عَنْ ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ كُنْتُ رَجُلًا مَذَّاءً وَكُنْتُ أَسْتَحْيِي أَنْ أَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَكَانِ ابْنَتِهِ فَأَمَرْتُ الْمِقْدَادَ بْنَ الْأَسْوَدِ فَسَأَلَهُ فَقَالَ يَغْسِلُ ذَكَرَهُ وَيَتَوَضَّأُ



 Dari Ali bin Abi Thalib  radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : Aku adalah seorang laki-laki yang sering mengeluarkan madzi, dan aku merasa malu bertanya (langsung) kepada  Nabi karena aku suami puterinya. Lalu kuperintah al-Miqdad bin al-Aswaad (menanyakan kepada Beliau), kemudian ia bertanya kepada Beliau, lalu Beliau bersabda, '(Hendaklah) ia membersihkan kemaluannya dan (lalu) berwudhu'!"

(Muttafaqun 'Alaih, Muslim I : 247 no. : 303 dan lafazh ini baginya, Fathul Bari I :  230 no : 132 dengan ringkas).

Adapun yang dimaksud wadi ialah cairan bening yang agak kental biasa keluar usai buang air kecil (Fiqhus Sunnah I : 24).

Hukum  wadi najis, berdasar riwayat berikut :

سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ: الْمَنِيُّ وَالْوَدْيُ وَالْمَذْيُ، أَمَّا الْمَنِيُّ: فَهُوَ الَّذِي مِنْهُ الْغُسْلُ، وَأَمَّا الْوَدْيُ وَالْمَذْيُ فَقَالَ: اغْسِلْ ذَكَرَكَ أَوْ مَذَاكِيرَكَ وَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ
 
"Dari Ibnu Abbas  radhiyallahu ‘anhuma, katanya; Mani, wadi, dan madzi, adapun mani maka harus mandi karena mengeluarkannya. Adapun wadi dan madzi, maka ia berkata, " Hendaklah mencuci dzakarmu atau kemaluanmu dicuci dan berwudhu'lah sebagaimana wudhu'mu untuk shalat!" (Shahih; Shahih Sunan Abu Dawud no : 190 dan al-Baihaqi I : 115).

[Buku Al-Wajiz karya 'Abdul 'Azhim bin Badawi Al-Khalafi halaman 58-59,  Kitab Ath-Thaharah, Bab Benda-benda Najis]


Hukum Madzi dan Wadi Hukum Madzi dan Wadi Reviewed by Pakdhe Heru on Oktober 16, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Leatherboard 2
Diberdayakan oleh Blogger.